Selayang Pandang Miftahul Huda II
Pondok Pesantren Miftahul Huda II, berdiri pada tanggal 1 November 1976 di Desa Bayasari Kecamatan Jatinagara Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Nama Miftahul Huda diambil dari nama sebuah Pondok Pesantren Yang berada di Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya yang merupakan almamaternya Pimpinan Umum. Sedangkan angka II adalah pendirian Miftahul Huda yang ke-2 setelah Manonjaya. Pembangunan Miftahul Huda II, pada hari-hari pertamanya tidaklah mudah sebagaimana yang terjadi dengan keadaan yang seperti sekarang. Tetapi, karena berbekal keyakinan dan 'azam yang kuat serta diiringi dengan tekad yang bulat, maka menjelmalah Miftahul Huda II seperti yang sekarang ini, yang berdiri diareal tanah seluas 10 Ha. Pondok Pesantren Miftahul Huda II adalah sebagai symbol kehidupan religius bagi warga masyarakat Desa Bayasari dan sekitarnya, dan telah berdiri dalam waktu yang relatif muda. Tetapi dalam perkembangannya begitu pesat karena didasari dengan tekad yang begitu kuat dari seorang ulama Kharismatik KH. Umar Nawawi.
Miftahul Huda II pada awal pendiriannya tidak seperti sekarang ini, baik dalam bidang sarana maupun prasaran. Seperti kehidupan pesantren pada umumnya, dengan adanya santri yang tidak faham akan makna dan faidah kebersihan. Selain tempat yang kurang refreshentatif, komplek Miftahul Huda II adalah merupakan daerah yang kurang memenuhi syarat kesehatan karena sering dilanda banjir dari selokan yang sempit. Pendiri pesantren bersama KH Syadzili (Kerabat beliau), dengan segala kemampuan yang ada menjadikan komplek Miftahul Huda II menjadi tempat yang segat, tempat yang dilimpahi harapan dan keridhoan Allah Swt. Tempat yang makmur yang dikunjungi oleh para petualang ilmu, yang datang dari berbagai daerah ditanah air, dan kini Miftahul Huda II telah menjadi sebuah lembaga besar yang mengarahkan para santrinya untuk menuju masa depan yang gemilang. Pesantren Miftahul Huda II pada mulanya terdiri dari pondok keil dengan ukuran hanya beberapa meter persegi saja. Tempat ini hanya terdiri dari dua ruangan rumah untuk tinggal kiayi, yang sebagiannya lagi untuk tempat Sholat dan tempat ngaji anak-anak santri. Makin hari makin bertambah banyak santri yang belajar di pesantren ini, jumlah santri yang rutin mengikuti pengajian pada hari pertamanya hanya 6 orang, disusul oleh santri yang datang tidak hanya dari Desa Bayasari tetapi juga dari luar Desa Bayasari. Pesantren Miftahul Huda II adalah lembaga pendidikan islam yang lebih menekankan aspek spiritual, moral dan intelektual dalam pembinaan para santrinya, dengan bersumber pada Al Qur'an dan Assunnah untuk mencapai manusia yang taqwa dan berbudi luhur sebagai kader-kader pemimpin, ulama maupun cendikiawan. Keberhasil Pondok Pesantren Miftahul Huda II dalam berkiprah, tidak terlepas dari unsur kunci yang sangat dominan, yakni peranan dan kepribadian seorang AFA (Sebutan untuk KH. Umar Nawawie) yang sangat memberi peran penting dalam setiap pembangunan baik aspek fisik dan spiritual.
Selasa, 03 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)